Dalam setiap lingkaran sosial, entah itu di kampung kecil, pinggiran kota atau keluarga besar yang tersebar di berbagai kota, selalu ada “puncak piramida” yang tak tertulis. Bukan gelar, bukan umur, melainkan kekayaan yang sering kali menentukan siapa yang paling didengar. Uang, di tangan manusia bisa berubah menjadi simbol kebenaran. Siapa yang paling banyak memberi, dialah yang dianggap paling bijak. Ucapan orang kaya sering kali diterjemahkan sebagai hal yang harus dipenuhi sementara ucapan orang biasa terdengar seperti pendapat yang bisa ditunda. Fenomena ini tidak selalu jahat. Kadang, rasa hormat itu lahir dari rasa terima kasih : mereka yang kaya membantu, membiayai, dan menolong. Namun, di sisi lain, kekuasaan yang muncul dari harta mudah sekali membuat orang lain kehilangan suaranya. Saya punya sedikit cerita tentang puncak piramid ini, dan ini fiksi ya, so pliiss jangan menyangkutkan dengan orang lain yang kalian kenal atau kalian sendiri yang tersinggung malah. Hehehehe...