Langsung ke konten utama

Menunggu Rumah

Novel Amelia yang ditulis oleh TereLiye membuat saya merenung, menangis lalu berfikir.
Novel ini bukan novel sedih, sama sekali tidak. Novel ini hanya bercerita tentang keseharian seorang anak yang bernama Amelia. Dia anak bungsu.
Ya disitu permasalahannya. Dia anak bungsu. Sama seperti saya yang juga anak bungsu. 
Di sana, dalam ceritanya, dia, Amelia, selalu merasa risih jika kakak-kakaknya menjahilinya dengan cara menyebutnya sebagi si "penunggu rumah".
"Penunggu rumah" maksud yang saya tangkap dari novel itu adalah seseorang yang tak bisa pergi jauh, hanya boleh tinggal di rumah saja. Mungkin saya salah tangkap, atau apalah yang pasti itu yang saya paham.
Lalu? Yaaa... Saya anak bungsu, dan saya rasa saat ini saya jadi si "penunggu rumah".
Padahal jiwa saya, hati saya sudah jauh bertualang, tinggal raga saya saja di sini, di rumah, di kampung halaman.
Bukan, bukan maksud saya tak mau tinggal bersama orangtua, bukan bukan begitu. Anak mana sih yang tak ingin tinggal dengan orangtuanya. Pasti semua ingin. Tapi dengan umur yang masih sangat muda, lalu hanya tinggal di rumah saja. Bagi saya, seperti raga yang hanya bernafas, tak ada jiwa. Tak ada gairah, apalagi semangat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Ku Mengenal Kalian

Saat itu, saat kupertama bertemu kalian Kuberusaha mencari kata Untuk memulai sebuah kalimat Perkenalan Rasa malu, takut dan canggung Menjadi es di bibir Namun gelisah dan penasaran Membakar seluruh tubuh Kini tak ada lagi kata Sepi dan sendiri di dalam kamusku Kalian telah menjadi warna Yang mencerahkan hari-hariku Kebersamaan Adalah hal yang membuat Perkenalan tak sekedar sebuah Perkenalan Kebersamaan menjadi sungai Yang mengalirkan sejuta kata-kata Yang sempat terbendung Disebuah ketidaktahuan 13 November 2009

Tempat Wisata di Jepang

Ski emang indah dan menyenangkan. Apalagi saat bermain, salju turun begitu lebat, bagaikan kapas yang bertebrangan. Indah, putih nan lembut itulah salju yang saya rasakan saat bermain ski di Fujimi Nagano. banyak sekali tempat ski di negeri sakura ini salah satunya yang paling terkenal adalah di Fujimi Nagano, hampir setiap orang asing pasti menyempatkan datang ke tempat ini. Saya sendiri jarak yang jauh tidak menghalangi untuk datang bermain. walaupun sebenarnya yang lebih dekat tempat saya ada di daerah gifu atau di siga. Fujimi tepatnya di Nagano, jika anda berkesempatan ke negeri sakura ini, silahkan ke nagano dan cari fujimi station, dari situ ada bus yang menghantarkan ke area ski gratis, tapi jam tertentu, sebelum jam 10 saat berangkat. Dan pulang juga ada bus gratis jam 3 lebih 10 menit. Hanya sekitar 2 bus saat berangkat dan pulang ke fujimi station. Jadi usahakan pas jam-jam itu. Kalau tidak anda bisa naik taksi. Jarak yang lumayan jauh tidak mungkin di tempuh denga

Souka, Soudeska, & Soudesne.

Tadi belajar BJTM (Bahasa Jepang Terpadu Menengah).  Ada hal yang saya tangkap, yaitu perbedaan penggunaan SOUKA, SOUDESKA, dan SOUDESNE. Souka biasanya digunakan saat tiba-tiba mengingat sesuatu. Contohnya: ada teman yang sedang belajar, kamu datang dan bertanya “apa yang kamu lakukan?” teman menjawab “belajar, besok ada ujian.” Nah disinilah kamu akan mengatakan “souka!?!” dengen ekspresi mengingat sesuatu sambil memukul jidat. Soudeska biasanya digunakan untuk bertanya kembali guna meyakinkan diri sendiri. Contoh: kamu sedang berada dalam ruangan, tiba-tiba datang seorang teman dan berkata “di luar hujan deras.” Kamu akan berkata “soudeska?” dengan ekspresi wajah penuh tandatanya dan kaget. Bisa jadi kamu akan segera keluar ruangan untuk memastikan apakah hujan deras sungguhan atau tidak. Soudesne biasanya digunakan untuk menyatakan kesamaan pemahaman. contoh: kamu dan teman kamu berada di luar ruangan kemudian teman kamu berkata “cuaca cerah yaa...” kamu a