Langsung ke konten utama

Postingan

Anak Millenial

M erasa prihatin dengan anak sekarang membuat saya kepingin curhat di sini. Ini juga langsung ke sini, nulis ini gara-gara tadi mendengar percakapan sekumpulan anak sekolah menengah di   salah satu warung makan. Dari percakapan mereka, saya merasa sangat sedih. Tidak satupun dari mereka yang menyinggung masalah pelajaran. Semua tentang ‘pacar’. Tak ada malu, tak ada segan lagi mereka terbahak sambil bercerita tentang pacar masing-masing. Tidak peduli di sekita mereka ada orangtua, guru atau siapapun. Dengan bangga mereka menceritakan pacar mereka masing-masing. Kenapa saya sedih? Bukan karena saya masih jomlo…hahha bukan! Sedih karena di usia mereka yang seharusnya memikirkan pelajaran, sekolah, pendidikan, malah asyik berpacaran. Dunia mereka seakan berpusat di satu hal itu. Miris gak sih… Hari ini, di kampung saya, juga sedang berlangsung pernikahan dini. Sebuah pesta pernikahan yang kedua mempelainya masih sekolah. Jangan tanyakan lagi kenapa mereka menikah. La...

TO BE ENTREPRENEUR IS NOT EASY

Saya bukan dari keluarga pebisnis. Bahkan bisa dibilang, saya yang memulai bisnis di keluarga saya. Rata-rata keluarga besar saya pegawai pemerintah jadi yaa pastilah anak cucu nya juga diarahkan untuk menjadi seperti mereka. Dari kecil saya punya impian untuk memiliki pekerjaan yang tidak mengikat. Tidak terjebak di dalam ruangan dari pagi hingga sore. Makanya saya memilih jurusan sastra di perguruan tinggi. Tapi, WHAT WE RESIST, PERSIS! Yah… kadang apa yang kita hindari malah yang datang pada kita. Sekarang, saya terjebak di tempat yang sejak dulu saya hindari. Allah yang mengaturnya, kita syukuri saja. mmm… ok, kayaknya kita hampir melenceng dari apa yang sebenarnya ingin saya curhatkan… hahaha.. I wanna talk about bisnis. Yes, saya sekarang menjalankan bisnis. Belum besar sih, masih kecil-kecilan karena modal juga masih kecil, tapi meski kecil juga butuh tenaga dan pikiran yang ekstra. Ini bukan bisnis yang saya pertama, sudah banyak sebelumnya yang saya jalankan. Dan ...

tolong

Meminta tolong bukan hal yang salah. malah kadang meminta tolong ke orang lain adalah hal yang harus dilakukan. kenapa harus? karena dengan meminta tolong kita memberi kesempatan kepada orang lain untuk merasa bahwa dirinya dibutuhkan. ada saatnya meskipun kita mampu melakukannya sendiri, kita tetap menerima tawaran bantuan dari orang lain. karena selain untuk memudahkan urusan kita, ada ikatan yang semakin erat antara si penerima dan pemberi bantuan. baik hubungan keluarga, teman, sahabat, relasi kerja atau lainnya. untuk personal, saya kadang meminta bantuan sepele ke seseorang atau beberapa orang. bukan karena saya tidak sanggup melakukannya tapi lebih karena ingin 'keep in touch' dengan org itu. saya orangnya susah moveon, hahaha. jadilah ingin tetap berkomunikasi dengan orang-orang yang pernah saya kenal. salah satu cara saya untuk tetap ada bahan komunikasi yaa bertanya atau meminta tolong, mulai dari hal sepele bahkan sampai hal yang rumit banget. mungkin banyak juga...

Lalu

Kita dipertemukan olehNya Lalu saling mengamati Lalu diam Lalu berfikir Lalu di sepertiga malam kita berdoa "Jika dia jodohku dekatkanlah. Jika bukan jodohku jaga hati ini, ya Allah."

Face Look

Ide tulisan ini muncul gara-gara tadi telfonan sama teman yang sekarang lagi merantau di Ibu Kota a.k.a Jakarta. Namanya tidak usah saya sebut, nanti dia tambah besar kepala kalau namanya saya sebut-sebut di blog saya. Hahahaha Sebenarnya sudah lama sih pengen nulis tentang topik ginian, tapi selalu gak sempat dan belum ada semacam dorongan yang kuat (hallah.. apaan sih. wkwkwk).  Ok, lets talk about it. Mungkin ada bahkan banyak orang yang gak sepaham kalau saya bilang gini “Kalau kamu cantik, sebagian masalah hidup kamu beres!” kalau kamu manggut-manggut berarti sepaham dan setim dengan saya. Hahahaha Dan mungkin gak sedikit juga dari kalian yang bilang kalau ini bahasa dari orang pesimis. Hahaha iya iya… kita bhinneka tunggal ika.. jadi, beda pendapat gak masalah  kan.. wkwkwk

Lanjutan 3 pertanyaan Imam Al-Gazali (part II)

23 Ramadhan Subuh ini pak ustads melanjutkan materi ceramahnya tentang pertanyaan Imam Al-Gazali ke murid-muridnya. Saya kira pertanyaannya hanya ada tiga ternyata subuh ini ada lanjutan tiga pertanyaan lagi. Pertanyaan keempat, 'Apa hal yang paling berat di dunia ini?'. Murid-murid pun berlomba-lomba menjawab. Yang satunya menjawab besi, yang lainnya menjawab baja, lainnya lagi menjawab seluruh tanah di dunia ini. Imam Al-Gazali tersenyum membenarkan semua jawaban muridnya, lalu berkata, tapi ada yang paling berat, yaitu "Amanah". Mendapat sebuah amanah sangatlah berat, karena bisa saja kita lalai untuk menjaganya. Kita diberi amanah untuk menjaga suatu barang namun kita tidak menjaganya dengan baik, merupakan hal yang tidak disukai Allah SWT. Pertanyaan kelima, 'Apa hal yang paling ringan?'. Murid-murid ada yang menjawab kapas, debu, udara, oksigen. Tapi kata Imam Al-Gazali, hal yang paling ringan yaitu "Meninggalkan Sholat". Kita serin...