Langsung ke konten utama

Postingan

B

Beberapa hari terakhir saya banyak mendapatkan pertanyaan “gak ngeblog lagi, La?” Awalnya sih saya cuek aja kalau ditanya, tapi kok lama-lama kepikiran juga ya… hahaha Akhirnya pagi ini saya mencoba untuk menulis sesuatu dan mempostingnya di blog. Agar kalau ada yang bertanya, jawabannya tidak mengecewakan lagi. Hahaha Pagi ini saya akan beropini tentang, B. sebenarnya opini ini pernah saya tulis di blog kedua saya yang gak tahu kenapa belum cukup seumur jagung blog itu mati. Mati karena saya tidak pernah memposting tulisan lagi dan mati karena saya lupa memakai email apa di sana dan tentunya lupa passwordnya. Oke, lupakan blog itu. Let’s tall about B.

SEBUAH SURAT

hello... kali ini saya akan memposting sebuah cerpen. sepertinya sudah lama sejak postingan terakhir dengan tagar cerpen. Cerpen kali ini saya tulis tahun 2012. hahahaa lima tahun yang lalu. Tulisan terbaru? cerpen terbaru? tidak ada. hahahah sejak lulus kuliah, semangat menulis saya menurun. sangat malah. mungkin bahkan sama sekali tidak penah menulis cerpen lagi. entahlah, saya lupa. jika ada, paling satu atau dua. obat untuk malas menulis apa ya? mungkin butuh bintang inspirasi, seperti kata Luhde di film 'Perahu Kertas'. sampai sekarang belum yakin sih mana bintang inspirasi saya. are you ? hahahhaha silakan menikmati sajian cerpen saya... Sebuah Surat             Aku selalu merasa minder saat di kampus. Aku rasa kastaku selalu berada di urutan paling bawah diantara mahasiswa lainnya. Bagaimana tidak aku berkata seperti itu, lihat saja diriku, diantara semua teman sekelasku, hanya aku yang tak memiliki komputer...

Writing for self reminder

Yaa.. saya kalah! Saya kalah dengan keadaan. Ingin rasanya mengeluh. Mengeluarkan berbagai macam perasaan yang saya tanggung sekarang. Dada ini terasa sesak, semua menumpuk di sana. Kalau saja ada orang yang bisa saya maki. Kalau saja ada benda yang bisa saya lempar hingga pecah berserakan. Kalau saja ... ... Yaah... saya memang hampir kalah! Kalimat diatas hampir saja menguasai saya. Kalimat di atas awalnya akan saya jadikan kalimat pembuka untuk keluhan-keluhan panjang saya. Yah, hari ini memang terasa sangat berat, juga sangat sesak. Semua rasanya ingin  saya tumpahkan. Tapi sungguh beruntung saya. Saya memiliki Tuhan yang sangat Maha Pengasih dan Penyayang. Dia menunjukka rasa sayangnya dengan cara berbeda-beda ke setiap manusia. Seperti halnya ke diriku. Karena sayangNya dia kepada saya, Dia tidak membiarkan saya terlalu larut dalam kesedihan dan tekanan. Salah satu caraNya yaitu mengingatkan sayang pada tulisan saya sendiri di blog ini. Saya membacanya dan yah sa...

Tips mengurangi kesedihan

Kadang saya ingin menyerah, tapi agamaku mengajarkanku untuk tetap bersabar. Kehidupan seperti roller coaster, naik turun. Kadang senang, kadang sedih. Menurut saya, porsinya sama, jika senangnya tiga maka sedihnya juga tiga. Tapi kebanyakan (saya bilang kebanyakan loh ya, jadi tidak semua) merasa porsi kesedihan lebih banyak. Kebanyakan dari kita terlalu fokus pada kesedihan jika kesedihan datang dan lalai jika kebahagiaan yang menghampiri. Seperti yang pernah saya baca (maaf lupa sumbernya) "Jika manusia bahagia, ia akan mengingat kesedihannya. Namun jika manusia sedih, ia akan tetap akan mengingat kesedihan dan lupa pada kebahagiaan yang pernah ia alami." Mungkin kata-katanya tidak seperti itu tapi makna yang saya tangkap kurang lebih seperti itu. Ada manusia (termasuk saya) terlalu mudah terjerumus dalam kesedihan. Sedikit-sedikit galau, sedikit-sedikit gundah, sedikit-sedikit sakit hati. Mungkin manusia-manusia seperti ini manusia yang perasaannya sensitif. Bel...

The journey, I miss you

The journey is what brings us happiness, not the destination. -unknown Salah satu kebahagian terbesar saya adalah ketika saya melakukan perjalanan. Ya.. kalian bisa menyebutnya jalan-jalan. Kebahagiaan itu muncul bahkan saat masih merencanakannya.  Tapi kini saya salah satu kebahagiaan terbesar itu masih terpendam. Sudah hampir setahun saya tidak kemana-mana. Sudah hampir setahun rasa rindu mendatangi tempat-tempat baru atau bernostalgia dengan tempat yang pernah saya kunjungi, membuncah. Ingin sekali rasanya. Tapi apa daya. Tuhan selalu memiliki rencana terbaik untuk hambanya. Saya menulis ini karena menulis bagi saya adalah satu cara untuk mengurangi kerinduan. Rindu kepada apa dan siapapun, jika saya tidak bisa menyampaikan atau memenuhi rindu itu, saya menulisnya. Dan yaa rindu melakukan perjalanan belum bisa kupenuhi saat ini. Saya rindu dengan perasaan tegang di pesawat, saya rindu dengan laju mobil bus, saya rindu dengan wangi tiket, saya rindu dengan perasaa...

Renjana _ Yansa El-Qarni

Yansa El-Qarni Seorang penulis yang baru kali ini saya membaca karyanya yang dibukukan.  Sajaknya melulu tentang kerinduan dan kejujuran seorang yang memendam cinta. Hari ini, malam ini tepatnya. Sajak-sajak karya Yansa El-Qarni ini menemani saya menghabiskan dinginnya malam di bandara Soekarno-Hatta Jkrt. Saya tekejut mendapati gaya dan bahasa tulisannya. Rasanya tidak jauh berbeda dari tulisan-tulisan saya. Saya merasa ada kesamaan yang nyata. Pernyataan pernyataan ketidakmampuan memendam cinta dan ketidakbadilan rasa rindu.  Sepertinya dia masih jomblo! 😂