Langsung ke konten utama

Postingan

Surat untuk Petir

Dear Kaminari          Hay, apa kabar?            Semoga liburan kalian menyenangkan...           Aku di sini baik-baik saja, dan pastinya selalu mengingat kalian. :D        Akhir-akhir ini aku lagi senang-senangnya ngirim surat ke orang-orang, jadi aku berfikir apa salahnya kalau aku juga mengirim surat untuk kalian, Kaminari. Sebenarnya aku tidak tahu harus ngomong apa dalam surat ini, terlalu banyak cerita-cerita yang tercipta diantara kita.        Aku berhenti lama loh sebelum menulis paragraf ini. Aku benar-benar tidak tahu harus menulis apa untuk kalian. Sampai akhirnya aku teringat drama parodi yang kita lakonkan dua tahun lalu.        Cerita ‘Ada Apa Dengan Cinta’ yang kita plesetkan jadi ‘Ada Apa Dengan Linta’ selau me...

Sebuah Surat untuk Sebuah Organisasi

picture from google.com Dear an organization             Aku ingin curhat, tapi aku tak tahu menyampaikannya lewat suara, jadi aku tulis surat saja untukmu, bagaimana? Tak masalah kan? Aku yakin kau pasti akan sangat mengerti. Surat ini hanya berisi curhatanku padamu, juga sedikit keluhan sih...heheheheh Ok, tak usah berbelit-belit, langsung saja....             Namamu organisasi kan, dulu aku mendengar menurut sebagian orang, organisasi sangatlah penting dalam hidup ini. Kita banyak belajar dari organisasi, juga kita akan mendapat banyak teman di sana, bahkan katanya, kadang di organisasi kita ketemu jodoh. Hahahaha...   makanya aku mencoba untuk ikut menjadi bagian dari suatu organisasi, menjadi bagian dari dirimu...             Tapi... setelah kumengenalmu, aku sedikit kecewa. ...

kukotakkan 3 cerita ini

Saat membuka mata dan kau dapati dunia telah berubah, bukankah itu terasa sangat mengerikan? Aku merasa mengalaminya, semua berubah dan aku baru menyadarinya sekarang. Keluargaku, Kuliahku dan Teman-temanku... semua berubah.. Atau apakah memang sejak dulu seperti ini, namun aku baru menyadari keganjilan ini? mungkin kemarin aku terlalu nyaman, menutup mata pada hal yang sangat menyakitkan ini. Semua berubah... dan aku merasa sendiri! aku merindukan mereka, semua, untuk menjadi kembali seperti dulu.. atau apakah aku yang harus berubah? ___________________________________________________________________________________________________________________________ Membunuh diri... ini bukan berarti mati! sepertinya aku telah membunuh driku sendiri, aku telah menyiksa diriku sendiri, dan aku telah membuat semuanya menangisi diriku yang tiada. ini bukan mati! membunuh diri bukan berarti menghilangkan nyawa, tapi bagiku ada yang lain, yaitu membuat dirimu menjadi bukan d...

Hadiah ULTAH dari Ririn ^^

イラさん Kasmilasari itulah nama panjangnya, yang biasa saya dan teman2 lainnya memanggil dia dengan sebutan ILA. Yaahhh Ila… sebutan yang pendek memang (sependek orangnya.. ckckckckckckckck :P) Entah tanggal berapa,bulan berapa aku mengenal dia, tepatnya sihhh.. pada tahun 2010, pada saat kami sama-sama mengikuti proses masuk Himaspa, disanalah saya, ila dan juga anak2 Kaminari lainnya saling mengenal satu sama lain. (hhmmmm… kenangan yang takkan pernah kulupakan dan yang selalu kurindukan :*) saat2 kebersamaan kami menjalani kehidupan kampus yang penuh dengan canda tawa, dan tak jarang juga ada suatu keadaan yang membuat mood seseorang menjadi tidak karuan.. (hahahahaha.. habiski kayakx makan coto jd naikki tensinya semua). Saya juga ingat waktu MABA ila pakai bajux itu nabrak2 warna “krudung warna biru, baju warna kuning n rok warna hitam (sumpah ala HARAJUKU banget) wahahahaha… tp pernah juga dia pke baju,rok n krudung semua itu warna hijau (gara2 kw itu ila bsokx disuruh m...

Permainan Waktu Kecil

Seperti biasa, aktifitas keseharianku, berangkat kampus ditemani Shiro -motorku. Sepanjang jalan aku banyak bernyanyi, hahaha yaa menghibur diri...  Dan dipertengahan perjalanan, aku mendapati diriku menyanyikan salah satu lagu yang sudah sejak dulu tidak pernah kunyanyikan. Aku tersenyum-senyum saat menyanyikannya, banyak hal yang kembali terputar di otakku saat menyanyikannya, tentang teman kecilku, tentang diriku yang tak mau kalah, dan semua hal di masa kecil. Yaaa.. lagu itu lagu saat aku kecil, dan aku yakin semua anak kecil saat itu menghafalnya (aku tidak yakin anak kecil sekarang menghafal lagu itu, bahkan mungkin untuk sekedar tahu saja, banyak dantara mereka yang tidak tahu). Lagu apakah gerangan? pasti kalian penasaran, kan? hahahahah ok ok ok... ini lagunya...

H U J A N

Meresap hingga ke tulang, sensasi dinginnya, sungguh membuatku tersenyum-senyum geli... ^^ Hujan, otakku membentuk kata itu saat pandangan kuarahkan ke jendela di tengah-tengah perkuliahan.Kurasakan ujung-ujung bibirku tertarik ke samping, aku tersenyum, akhirnya aku dan hujan bertemu.

Namanya Boro

namanya Boro, hampir setiap hari dia menemaniku, melekat riang di pundak kananku. aku sangat menyukainya, meskipun di kotak aksesorisku banyak yang lain, tapi aku selalu memilih Boro. eh aku belum memperkenalkan Boro ya... Boro adalah Bros yang kupakai sebagai penghias jilbabku. yaaa seperti bros-bros lain yang sering kita jumpai di jilbab para muslimah.