Langsung ke konten utama

Postingan

Kebaikan yang Dilakukan Tidak Akan Pernah Sia-sia

picture from google Pernah tidak teman-teman urus sesuatu, atau lagi berada di keadaan yang harus urus ini itu, terus pengurusannya lancar, sat set sat set selesai cepat, dan ada saja orang-orang yang baik dikenal maupun tidak dikenal datang membantu hingga selesai, padahal sebelumnya teman-teman takut, bingung dan   tidak tahu harus melakukan apa menghadapi urusan tersebut. Pernah dengar hukum timbal balik tidak? Maksudnya apa yang kita lakukan itu pula yang kita dapatkan. Kadang juga orang-orang mengatakan, “apa yang kau tanam, itupula yang akan kau tuai”. Yakin tidak kalau urusan-urusan lancar itu, semua karena apa yang pernah kita lakukan sebelumnya. Orang-orang yang datang membantu sebenarnya adalah orang orang yang Allah kirim untuk kita sebagai ganti dari orang orang yang pernah kita bantu. ada cerita sedikit tentang hal tersebut. Ada seseorang (sebut saja namanya Kica) yang kakaknya sedang sakit dan harus dioperasi. Karena jarang ke rumah sakit, kalaupun ke rumah sa...

let's tell a little about REZEKI

Kemarin saya mengomentari status whatsapp seorang teman yang lega bisa memiliki kembali sesuatu yang hampir hilang, sambil menunjukkan sebuah perhiasan di dalam statusnya tersebut. Karena penasaran, saya pun langsung bertanya, ‘ada cerita apa di balik itu?’. Kronologinya begini, dia mampir makan di salah satu tempat makan favorit di daerahnya. Di sana, sambil menunggu pesanan, ia iseng melepas perhiasannya karena mencoba produk yang ia dan temannya beli. Perhiasannya di taruh begitu saja di atas meja makan. Sampai akhirnya selesai makan dan pulang, ia lupa mengambilnya kembali. Sampai di rumah, setelah mandi sekitaran jam 10 malam, ia baru sadar kalau perhiasannya tidak ada. Ia pun berusaha mengingatnya, dan teringat kalau ia lepas di tempat makan tadi. Ia akhirnya bingung, mau ke sana sudah jam 11 malam, tempat makannya pasti sudah tutup. Jadi, langkah awal, ia menelfon salah satu pegawai tempat makan tersebut. Alhamdulillah, diangkat dan direspon dengan baik cerita teman saya ini. Ta...

Tempat Wisata di Sinjai

Sulawesi Selatan memiliki pesona alam dan budaya yang sangat beragam. Tersebar di beberapa kabupaten, menjadikannya sangat kaya akan keindahan alam dan tradisi. Jalan-jalan ke Provinsi Sulawesi Selatan, jangan hanya terpaku pada Ibu kota, Makassar. Telusuri juga keindahannya di daerah daerah yang berada lumayan jauh dari Makassar. Salah satu kabupaten yang lumayan jauh dari kota Makassar adalah Kabupaten Sinjai. Sebelum melihat beberapa tempat wisata di Sinjai, yuk kita kenalan dulu dengan Kabupaten ini. Dilansir dari Wikipedia, Kabupaten Sinjai terletak di bagian pantai timur Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 223Km dari kota Makassar. Luas wilayahnya sekitar 819,96 kilometer kubik atau sekitar 81.996ha. Kabupaten Sinjai secara geografis terdiri atas wilayah pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi. Itulah mengapa Kabupaten Sinjai memiliki ragam wisata alam. 1.        Pulau Sembilan Pulau Sembilan merupakan salah satu kecamatan di kabupate...

Berbagai Jenis BAKSO berdasarkan Bahan Baku, Bentuk dan Isiannya

Bakso, sebuah makanan yang rasanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan di seluruh penjuru nusantara tidak sulit menemukan makanan yang satu ini. Bakso sebenarnya berasal dari China. Bakso terdiri dari ‘Bak’ dan ‘So’ yang jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘daging giling’. Seiring perkembangan zaman, bakso pun semakin banyak variannya. Baik dari bahan bakunya, bentuk maupun isiannya. Berikut beberapa jenis bakso yang sering kita jumpai di sekitar. Menurut bahan baku 1.        Bakso Sapi Bakso yang terbuat dari daging sapi, digiling bersamaan dengan tepung dan bumbu pelengkap lainnya. Bakso sapi memiliki tekstur yang kenyal. Umumnya memiliki kadar protein minim 8%.   Bakso sapi biasa dihidangkan dengan kuah, ditambah dengan mie ataupun bihun, lebih lengkaplagi dengan tambahan saus dan kecap. 2.        Bakso Ayam Tidak berbeda jauh dari bakso sapi, bakso ayam juga berteks...

Hi Bye, Mama!

Drama Korea yang membuat saya tak hentinya meneteskan air mata karena merindukan Ibu. Hy Bye, Mama merupakan sebuah drama Tv bergenre drama family dan dunia dimensi lain yang ditayangkan di TvN pada tahun 2020. Terdiri dari 16 episode, dan setiap episodenya sekitar 60 menit penayangan.   Bercerita tentang seorang ibu yang telah meninggal namun hidup kembali. Drama ini selain menggambarkan kasih sayang seorang ibu yang tak terbatas kepada anaknya, juga menggambarkan penyesalan dari mereka yang telah meninggal, serta rasa kehilangan dari mereka yang ditinggalkan. Berbeda dari drama korea lainnya, di dalam drama ini tidak satupun karakter jahat, semua karakternya baik. Bahkan hantu sekalipun mereka semua baik. Stikma-stikma tentang ibu tiri yang jahat pun ditentang oleh drama ini. Ibu tiri di dalam hy bye mama digambarkan sangat baik, bukan hanya kepada suaminya saja, tapi juga sangat baik kepada anak sambungnya. Sinopsis Cha YuRi menjadi hantu gentayangan selama lima tahun kem...

Olahan Seafood di Bone, Rumah Makan Buguri solusinya!

Bone merupakan salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai wilayah yang berada di pinggir laut, Bone memiliki kekayaan makanan seafood. Tak heran jika di Ibukota kabupaten banyak rumah makan yang menawarkan menu ikan dan hasil laut lainnya. Rumah makan Buguri salah satunya, dengan konsep indoor dan outdoor ini menjadi pilihan masyarakat Bone untuk menikmati olahan seafood. Menu Makanan yang disajikan di RM Buguri bukan hanya olahan seafood yang seperti udang, kepiting, ikan, kerang, namun juga ada menu ayam bakar, ayam goreng, nasi goreng, dan lain-lain. Namun memang andalan mereka adalah menu ‘Kepiting Hambur’, yaitu olahan kepiting yang disajikan dengan cara ditumpah diatas meja. Jam Operasional Buka mulai pukul delapan pagi hingga sebelas malam menjadikan rumah makan Buguri sebagai pilihan yang tidak salah untuk kumpul keluarga. Suasana yang nyaman dikelilingi kolam ikan, serta gazebo yang keren, membuat pengunjung ingin berlama-lama di sana. Alamat Rumah m...

Malaikat Tanpa Sayap, Buku Kumpulan Puisi yang Tidak Laku!

Menikah, hamil, lalu punya anak membuat saya jadi jarang lagi membaca buku. Bisa dibilang dalam setahun hanya satu atau dua buku saja yang saya baca. Bukan karena minat baca yang turun, hanya saja waktu tidak pernah bersahabat untuk melakukan ‘me time’   dengan membaca buku. Baca buku butuh ketenangan kan, ya, juga waktu lama duduk atau baring di satu tempat. Nah, dalam kurung waktu nikah, hamil dan melahirkan saya rasa saya tidak memiliki banyak waktu untuk leha-leha, apalagi dua tahun belakang saya harus merawat ibu yang sakit. Loh, kok jadi curhat. Hahahah Ok, ok, kali ini saya ingin me-review sebuah buku. Buku ajaib. Hahahah saking ajaibnya tidak beredar di pasaran. Kok bisa? Iya bisa, karena bukunya tidak laku! Hahahaha ‘Baru awal kok sudah mengejek bukunya’ –pasti ada yang bertanya gitu kan ya, hahahah tidak apa-apa, soalnya buku yang akan saya review buku saya sendiri. Huaaa saya punya buku sendiri… sombong sedikit tidak apa-apa kan ya. Saya punya dua buku, yang satu...