Langsung ke konten utama

Postingan

Writing for self reminder

Yaa.. saya kalah! Saya kalah dengan keadaan. Ingin rasanya mengeluh. Mengeluarkan berbagai macam perasaan yang saya tanggung sekarang. Dada ini terasa sesak, semua menumpuk di sana. Kalau saja ada orang yang bisa saya maki. Kalau saja ada benda yang bisa saya lempar hingga pecah berserakan. Kalau saja ... ... Yaah... saya memang hampir kalah! Kalimat diatas hampir saja menguasai saya. Kalimat di atas awalnya akan saya jadikan kalimat pembuka untuk keluhan-keluhan panjang saya. Yah, hari ini memang terasa sangat berat, juga sangat sesak. Semua rasanya ingin  saya tumpahkan. Tapi sungguh beruntung saya. Saya memiliki Tuhan yang sangat Maha Pengasih dan Penyayang. Dia menunjukka rasa sayangnya dengan cara berbeda-beda ke setiap manusia. Seperti halnya ke diriku. Karena sayangNya dia kepada saya, Dia tidak membiarkan saya terlalu larut dalam kesedihan dan tekanan. Salah satu caraNya yaitu mengingatkan sayang pada tulisan saya sendiri di blog ini. Saya membacanya dan yah sa...

Tips mengurangi kesedihan

Kadang saya ingin menyerah, tapi agamaku mengajarkanku untuk tetap bersabar. Kehidupan seperti roller coaster, naik turun. Kadang senang, kadang sedih. Menurut saya, porsinya sama, jika senangnya tiga maka sedihnya juga tiga. Tapi kebanyakan (saya bilang kebanyakan loh ya, jadi tidak semua) merasa porsi kesedihan lebih banyak. Kebanyakan dari kita terlalu fokus pada kesedihan jika kesedihan datang dan lalai jika kebahagiaan yang menghampiri. Seperti yang pernah saya baca (maaf lupa sumbernya) "Jika manusia bahagia, ia akan mengingat kesedihannya. Namun jika manusia sedih, ia akan tetap akan mengingat kesedihan dan lupa pada kebahagiaan yang pernah ia alami." Mungkin kata-katanya tidak seperti itu tapi makna yang saya tangkap kurang lebih seperti itu. Ada manusia (termasuk saya) terlalu mudah terjerumus dalam kesedihan. Sedikit-sedikit galau, sedikit-sedikit gundah, sedikit-sedikit sakit hati. Mungkin manusia-manusia seperti ini manusia yang perasaannya sensitif. Bel...

The journey, I miss you

The journey is what brings us happiness, not the destination. -unknown Salah satu kebahagian terbesar saya adalah ketika saya melakukan perjalanan. Ya.. kalian bisa menyebutnya jalan-jalan. Kebahagiaan itu muncul bahkan saat masih merencanakannya.  Tapi kini saya salah satu kebahagiaan terbesar itu masih terpendam. Sudah hampir setahun saya tidak kemana-mana. Sudah hampir setahun rasa rindu mendatangi tempat-tempat baru atau bernostalgia dengan tempat yang pernah saya kunjungi, membuncah. Ingin sekali rasanya. Tapi apa daya. Tuhan selalu memiliki rencana terbaik untuk hambanya. Saya menulis ini karena menulis bagi saya adalah satu cara untuk mengurangi kerinduan. Rindu kepada apa dan siapapun, jika saya tidak bisa menyampaikan atau memenuhi rindu itu, saya menulisnya. Dan yaa rindu melakukan perjalanan belum bisa kupenuhi saat ini. Saya rindu dengan perasaan tegang di pesawat, saya rindu dengan laju mobil bus, saya rindu dengan wangi tiket, saya rindu dengan perasaa...

Renjana _ Yansa El-Qarni

Yansa El-Qarni Seorang penulis yang baru kali ini saya membaca karyanya yang dibukukan.  Sajaknya melulu tentang kerinduan dan kejujuran seorang yang memendam cinta. Hari ini, malam ini tepatnya. Sajak-sajak karya Yansa El-Qarni ini menemani saya menghabiskan dinginnya malam di bandara Soekarno-Hatta Jkrt. Saya tekejut mendapati gaya dan bahasa tulisannya. Rasanya tidak jauh berbeda dari tulisan-tulisan saya. Saya merasa ada kesamaan yang nyata. Pernyataan pernyataan ketidakmampuan memendam cinta dan ketidakbadilan rasa rindu.  Sepertinya dia masih jomblo! 😂

Senja bersama Rosie

Sebuah karya dari TereLiye namun di novel ini namanya masih Darwis Darwis. Adalah Tegar Karang seorang pemuda yang lahir dan tumbuh di Gili Trawangan, Lombok. Dia memiliki seorang sahabat sejak kecil bernama Rosie. Setiap hari bersama, semua masa kecil mereka lewati berdua. Kebersamaan bisa menumbuhkan rasa suka bahkan cinta. Dan itu pulalah yang dialami Tegar. Ia jatuh cinta pada Rosie. Ia memendamnya selama ini hingga ia memutuskan untuk mengatakannya di puncak Rinjani kala mereka mendaki bersama. Namun apa dikata, ia terlambat beberapa langkah saja. Saat hendak tiba di puncak Rinjani, Tegar harus menyaksikan pujaan hatinya direbut oleh sahabatnya sendiri, Dani. Dani lebih dahulu mengutarakan cinta pada Rosie. Dua puluh tahun Tegar luluh lantah dikalahkan oleh dua bulan Dani. Tegar sendirilah yang dua bulan lalu memperkenalkan Dani pada Rosie. Namun tanpa Tegar duga ternyata diantara meraka tumbuh beni cinta. Kenyataan pahit itu membuat Tegar memilih untuk menghila...

Eliana, Pukat, Burlian, & Amelia

Untuk Tere Liye, Terima kasih sudah menghadirkan Eliana, Pukat, Burlian dan Amelia. Keempat saudara itu sedikit banyak telah merubah pemikiran saya yang dulunya sempit. Pelajaran-pelajaran berharga, nasehat serta renungan-renungan yang datang dari cerita mereka membuat saya belajar banyak tanpa merasa digurui. Jujur saya membaca novel ini bukan dari membeli sendiri tapi dipinjamkan oleh teman –yang baik hati dan juga pengoleksi novel Tere Liye. Seperti biasanya sebelum membaca novel saya pasti bertanya apa ini bagus, ceritanya menarik atau tidak dan blablabla… sampai akhirnya teman saya menyarankan membaca serial mamak ini. Melihat judulnya, saya mulai bertanya ini itu pada teman saya dan ya akhirnya saya memutuskan membaca Amelia terlebih dahulu, kenapa? Ya… karena Amelia anak bungsu, seperti saya.  Dari novel Amelia, saya merenungi banyak hal. Saya merasa sangat beruntung membaca cerita Amelia. Bahkan ada beberapa bagian cerita –yang meskipun tidak sedih, mem...