Langsung ke konten utama

Postingan

The journey, I miss you

The journey is what brings us happiness, not the destination. -unknown Salah satu kebahagian terbesar saya adalah ketika saya melakukan perjalanan. Ya.. kalian bisa menyebutnya jalan-jalan. Kebahagiaan itu muncul bahkan saat masih merencanakannya.  Tapi kini saya salah satu kebahagiaan terbesar itu masih terpendam. Sudah hampir setahun saya tidak kemana-mana. Sudah hampir setahun rasa rindu mendatangi tempat-tempat baru atau bernostalgia dengan tempat yang pernah saya kunjungi, membuncah. Ingin sekali rasanya. Tapi apa daya. Tuhan selalu memiliki rencana terbaik untuk hambanya. Saya menulis ini karena menulis bagi saya adalah satu cara untuk mengurangi kerinduan. Rindu kepada apa dan siapapun, jika saya tidak bisa menyampaikan atau memenuhi rindu itu, saya menulisnya. Dan yaa rindu melakukan perjalanan belum bisa kupenuhi saat ini. Saya rindu dengan perasaan tegang di pesawat, saya rindu dengan laju mobil bus, saya rindu dengan wangi tiket, saya rindu dengan perasaa...

Renjana _ Yansa El-Qarni

Yansa El-Qarni Seorang penulis yang baru kali ini saya membaca karyanya yang dibukukan.  Sajaknya melulu tentang kerinduan dan kejujuran seorang yang memendam cinta. Hari ini, malam ini tepatnya. Sajak-sajak karya Yansa El-Qarni ini menemani saya menghabiskan dinginnya malam di bandara Soekarno-Hatta Jkrt. Saya tekejut mendapati gaya dan bahasa tulisannya. Rasanya tidak jauh berbeda dari tulisan-tulisan saya. Saya merasa ada kesamaan yang nyata. Pernyataan pernyataan ketidakmampuan memendam cinta dan ketidakbadilan rasa rindu.  Sepertinya dia masih jomblo! 😂

Senja bersama Rosie

Sebuah karya dari TereLiye namun di novel ini namanya masih Darwis Darwis. Adalah Tegar Karang seorang pemuda yang lahir dan tumbuh di Gili Trawangan, Lombok. Dia memiliki seorang sahabat sejak kecil bernama Rosie. Setiap hari bersama, semua masa kecil mereka lewati berdua. Kebersamaan bisa menumbuhkan rasa suka bahkan cinta. Dan itu pulalah yang dialami Tegar. Ia jatuh cinta pada Rosie. Ia memendamnya selama ini hingga ia memutuskan untuk mengatakannya di puncak Rinjani kala mereka mendaki bersama. Namun apa dikata, ia terlambat beberapa langkah saja. Saat hendak tiba di puncak Rinjani, Tegar harus menyaksikan pujaan hatinya direbut oleh sahabatnya sendiri, Dani. Dani lebih dahulu mengutarakan cinta pada Rosie. Dua puluh tahun Tegar luluh lantah dikalahkan oleh dua bulan Dani. Tegar sendirilah yang dua bulan lalu memperkenalkan Dani pada Rosie. Namun tanpa Tegar duga ternyata diantara meraka tumbuh beni cinta. Kenyataan pahit itu membuat Tegar memilih untuk menghila...

Eliana, Pukat, Burlian, & Amelia

Untuk Tere Liye, Terima kasih sudah menghadirkan Eliana, Pukat, Burlian dan Amelia. Keempat saudara itu sedikit banyak telah merubah pemikiran saya yang dulunya sempit. Pelajaran-pelajaran berharga, nasehat serta renungan-renungan yang datang dari cerita mereka membuat saya belajar banyak tanpa merasa digurui. Jujur saya membaca novel ini bukan dari membeli sendiri tapi dipinjamkan oleh teman –yang baik hati dan juga pengoleksi novel Tere Liye. Seperti biasanya sebelum membaca novel saya pasti bertanya apa ini bagus, ceritanya menarik atau tidak dan blablabla… sampai akhirnya teman saya menyarankan membaca serial mamak ini. Melihat judulnya, saya mulai bertanya ini itu pada teman saya dan ya akhirnya saya memutuskan membaca Amelia terlebih dahulu, kenapa? Ya… karena Amelia anak bungsu, seperti saya.  Dari novel Amelia, saya merenungi banyak hal. Saya merasa sangat beruntung membaca cerita Amelia. Bahkan ada beberapa bagian cerita –yang meskipun tidak sedih, mem...

Menunggu Rumah

Novel Amelia yang ditulis oleh TereLiye membuat saya merenung, menangis lalu berfikir. Novel ini bukan novel sedih, sama sekali tidak. Novel ini hanya bercerita tentang keseharian seorang anak yang bernama Amelia. Dia anak bungsu. Ya disitu permasalahannya. Dia anak bungsu. Sama seperti saya yang juga anak bungsu.  Di sana, dalam ceritanya, dia, Amelia, selalu merasa risih jika kakak-kakaknya menjahilinya dengan cara menyebutnya sebagi si "penunggu rumah". "Penunggu rumah" maksud yang saya tangkap dari novel itu adalah seseorang yang tak bisa pergi jauh, hanya boleh tinggal di rumah saja. Mungkin saya salah tangkap, atau apalah yang pasti itu yang saya paham. Lalu? Yaaa... Saya anak bungsu, dan saya rasa saat ini saya jadi si "penunggu rumah". Padahal jiwa saya, hati saya sudah jauh bertualang, tinggal raga saya saja di sini, di rumah, di kampung halaman. Bukan, bukan maksud saya tak mau tinggal bersama orangtua, bukan bukan begitu. Anak mana...

Ada rindu yang kukirim dalam doa

Aku mengirim rindu Mengirimnya kepada seseorang yang tak kutahu bagaimana raut wajahnya, sesorang yang tak kutahu di mana ia kini berada Aku mengirim rindu Mengirimnya kepada pemilik hati yang Allah pilihkan untuk hatiku Dan aku mengirim doa Semoga hamparan sejadahnya semakin didekatkan pada hamparan sejadahku