Langsung ke konten utama

Postingan

Karena Semua Telah Berubah

Semua berubah Rasa itu telah terkubur Bahkan tak bisa tergali Olehmu, olehnya, oleh siapa pun. Semua tak sama lagi Aku membuang rasa itu Bahkan kalian dan mereka mungkin tak bisa menemukannya lagi Sikap dan haturan telah kuganti tak ada yg bisa menaklukkan tembok ganas yang mulai saat ini kubangun Tawa dan celaan akan menjadi senjata Menghancurkan air mata dan kekaguman Nafas memburu Tidak karena kasih Tapi karena balas Tak perlu mencari alasan Karena Semua Telah Berubah. -iLa-

Sebuah Catatan

Sebuah catatan yg mgkn akan kulupakan jika tak kugoreskan. Catatan yg mungkin kelak mengingatkanku pada suatu masa saat kumembacanya. Mungkin tak begitu penting untuk diabadikan namun aku 'mencintai' kenangan. Tak perlu kumemilih peristiwa yang akan kutulis sebagai kenangan karena bagiku kebahagian dan kesedihan adalah unsur penyeimbang dalam hidup. Tak ada ketakutan menciptakan catatan dengan judul 'Lirih' karena nantinya akan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Namun catatan kebahagiaan tak boleh lepas karena akan menjadi penghibur dan meninggikan rasa syukur untuk hidup.

DIA

dia datang dia datang dia datang dia menatapku dia menatapku dia menatapku dia tersenyum padaku dia tersenyum padaku dia tersenyum padaku dia datang, menatap dan tersenyum padaku -iLa-

Fiksi

dunia fiksi mengantarku berkreasi, menghayal dan berfikir. dunia fiksi membawaku terbang, melambung hingga ke angkasa mimpi. dunia fiksi membuatku menciptakan mereka yg tak pernah kutemui dunia fiksi memerdekakan diriku yg terbelenggu ketakutan dunia fiksi tempat aku dan dia saling mengenal. -iLa-

Dia yang Kuanggap

dunia terasa berubah detik itu ada tatap, senyum dan ucap syukur untuk-Mu yang memberiku waktu mempertemukan aku dengan dia yang kuanggap ragu sempat membekukanku namun sapa itu mencairkannya hingga kukumpulkan keberanian untuk dia yang kuanggap ada kala aku terdiam bahkan kata tak berani melawan pesonanya pesona dia yang kuanggap sudut mata tak bisa kukuasai ia terus mencari sosok sosok yang kuanggap ketakutan menjalar saat matanya menangkap sudut mataku aku takut ia tahu ada rasa rasa untuk dia yang kuanggap entah setelah itu Engkau masih memberiku waktu waktu untuk bertatap, tersenyum dan berucap waktu untuk dia yang kuanggap -iLa-

Penghilang Penat versi ILa

gambar-gambar ini lahir saat kuliah berlangsung... dan seperti biasanya, tak ada gambar lain yg kubisa selain gambar pohon yg dipenuhi ranting-ranting...hahahha gambar ini bukan hasil dari tanganku saja yang bekerja, banyak campur tangan teman-teman sekelasku... (mungkin mereka juga sedang bosan saat kuliah jadi ikut-ikutan mencoret-coret kertas...hahaha dasar mahasiswa...^^) Add caption

Alamat yang Hilang

Sebuah surat kutujukan padamu Namun hingga detik ini aku tak tahu alamatmu Telah kutanya semuanya Pada burung di angkasa Pada semut di tanah Namun tak satupun tahu keberadaanmu Lelah kumencari Langkah kaki terasa berat Kemana lagi surat ini harus kubawa Dimanakah rumahmu? Rumah yang telah menampung jiwa dan ragamu Rumah yang harus kualamatkan surat ini Atau kau telah memberiku alamat yang salah, Tapi mengapa? Aku hanya ingin mengirimimu surat Sebuah surat yang alamatnya hilang -iLa-