Langsung ke konten utama

Postingan

Tragedi Sungai Gendrang (Mahung-Sanrego)

kali ini saya mau berbagi cerita mistis. Ini cerita nyata yang sedikit saya lebay-kan... hehehe cerita ini berasal dari kejadian-kejadian yang terjadi di tempat yang bersebelahan enam rumah dari rumah saya. Tepatnya di sungai dekat rumah. Ceritanya gini, kan dekat rumah aku yang di Sanrego ada jembatan. Terus tuh jembatan sudah tua dan reok. Jadi, rencananya (bukan rencana lagi sih, tepatnya sementara) dibongkar, karena pemerintah telah menyediakan dana untuk pebaikan jembatan itu. Hari pertama pembongkaran jembatan, masyarakat yang biasanya menggunakan jembatan itu untuk nyebrang harus turun ke sungai untuk bisa nyebrang. Har pertama semua berjalan lancar, mobil dan motor bisa nyebrang walau kaki hingga setengah betis basah (khusus pengguna motor, yang mengendarai mobil mana bisa basah kalau nggak turun dari mobil dulu... ^^). Bahkan saya yang baru awam di dunia mengendarai berani untuk nyebrang (setangah perjalan di sungai turun dari motor dan teriak minta tolong sama orang ya...

Ayat tentang Bintang

“Sesungguhnya Kami Telah Menghias Langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu Bintang-bintang” (Q.S. Ash-Shoffat : 6) ******** “Demi langit Yang mempunyai Gugusan Bintang” (Q.S. Al-Buruuj : 1) ******** “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya” (Q.S. Al-Furqon:61) ********

Kerendahan Hati-Taufiq Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya Jadilah saja jalan kecil, Tetapi jalan setapak yang Membawa orang ke mata air Tidaklah semua menjadi kapten tentu harus ada awak kapalnya…. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu Jadilah saja dirimu…. Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri.. TAUFIQ ISMAIL

SENDIRI

Disini sendiri ku menyepi Meratapi akhir di ruang hampa Menggigil ku dalam kegelapan Yang basah karena air mata Resah tak bertepi Gelisah tak berujung Menjadi satu dalam rasa Tak tahu kuharus bagaimana Agar bahagia memihakku Hanya uluran tanganMu Kunanti hingga saat ini Bawalah ku ke surgaMu Menikmati ciptaanMu yang sungguh megah Karena ku telah bosan Menjadi penyendiri di keramaian

Indah Sinarmu

Bintang tak mampu menutupi sinar yang kutemukan dari tatapan matamu Bunga tak sanggup mengalahkan indah yang kau berikan untuk hidupku Lama kuberjalan mencari arti cinta yang sesungguhnya dan Telah banyak persimpangan yang kuLaLui Namun kini akhirnya perjalananku tertuju pada sosokmu kilauan sinar dan indah dirimu mampu memberikanku kekuatan untuk kembali menjadi diriku yang sempat rapuh di dalam kesendirian

Sejak Kau Pergi

Tak ada lagikah secercah cahaya untukku.. kini kau benar-benar pergi, dan sedikitpun tak menoleh... hatiku terus saja menjerit, memanggil namamu berharap kau mendengarnya dan mengerti apa yang kurasa... adakah peri yang sesungguhnya datang mengucapkan satu mantra agar dalam sekejap kau ada disini untukku... atau adakah angin yang menerbangkan alunan laguku ditelingamu agar kau tahu betapa aku mencintaimu... hari-hariku sepi, tak ada satupun kicauan burung yang menghiburku sejak kau pergi... malam-malamku sunyi, tak ada satupun bintang yang berkedip dan bermain mata denganku sejak kau putuskan tuk menjauhiku... kembalilah... kumohon, kembalilah... tak ada yang mampu mengisi relung jiwaku selain engkau... andai semua tak seperti ini... andai kebodohanku tak pernah terjadi... rela bertahun-tahun aku sendiri hanya untuk menunggu kau memberiku kesempatan tuk obati lukamu... satu yang harus kau tahu,,, kutetap sendiri sejak kau pergi

Setelah Itu

Dentingan jam dinding sadarkanku dari lamunan panjang... kembali ke masa lalu memang tak mungkin, tapi menghadirkannya kurasa tak mustahil... indah atw pun tidaknya masa lalu tak akan bisa kita elakkan kehadirannya di sejuta syaraf dalam otak ini... namun, setelah itu... harapan tuk hadirkan kebersamaan di masa lalu dalam hidupku saat ini adalah mustahil... setelah itu... tangga yang kususun denganmu telah rapuh dan tak ada gunanya lagi... kau menghilang setelah mengalamatkan sepucuk kertas dgn seuntai kata padaku... dan ini yg kudapati dlm goresan itu -jauhi diriku, karena sifatku seperti virus yg akan mempengaruhimu ke hal-hal kurang baik- meski,, kumerasa alasan itu sungguh kekanak-kanakan tapi kuterima keputusanmu tuk pergi dan mungkin tak kembali dan, setelah itu,, lamunanku selalu panjang tuk bermain bersama bayangmu