Langsung ke konten utama

Pengalaman Gonta-ganti Susu Formula untuk Anak


 

Mempunyai anak merupakan suatu hal yang sangat dinanti oleh sebagian besar pasangan di muka bumi ini. Begitupun dengan kami. Menikah di tahun 2020, Alhamdulillah diberi amanah besar tiga bulan kemudian. Tahun 2021 anak kami lahir.

Menjadi seorang Ibu, tentulah ingin semua yang terbaik untuk anaknya. Rencana untuk ASI eksklusif  sudah dimatangkan, tapi yaa namanya juga manusia, hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan.

Bulan pertama Alhamdulillah ASI melimpah, namun si anak kadang rewel jika menyusu, hanya sebelah yang ia ingin. Oleh karena itu saya berinisiatif untuk menggunakan pompa ASI. Sebelah dipompa sebelahnya lagi kadang tidak dipompa kalau ASInya habis. Begitu seterusnya hingga bulan ketiga, air ASI mulai berkurang, jadi anak tambah rewel. Jadilah kami memutuskan untuk membantu ASI dengan susu formula.

Kami sibuk mencari mana susu formula yang kandungan dan rasanya sangat mirip dengan ASI, dan pilihan jatuh ke susu S26. Harga lumayan mahal, untuk ukuran kurang lebih 400gram, sekitar seratus ribu lebih. Tapi harga tidak masalah, selama itu terbaik untuk anak. Minumnya pun kadang hanya untuk malam saja jika ASI saya sudah tidak ada lagi.

Bulan keempat, ASI saya semakin seret, jadi si anak semakin banyak mengkonsumsi susu formula, yang sebelumnya hanya malam saja, menjadi siang sore malam. Hinggaakhirnya di bulan ke lima, ibu saya meninggal, dua hri saya menangis tiada henti, dan tiba-tiba setespun ASI saya tidak ada yang keluar. Kata orang sih saya stress jadi ASI pun ikut berpengaruh. Jadilah susu formula seutuhnya untuk anak.

Awalnya sih tidak ada masalah, tapi di hari kedua, ee anak saya jadi hijau pekat. Saya belum merasa terlalu khawatir, tapi keadaan seperti itu terjadi setiap hari. Dasar kami orangtua untuk anak pertama, panik kan ya, belum ada pengalaman, jadi banyak bertanya sana-sini. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk mengganti susunya.

Lima bulan lebih, kami mengganti susu formulanya menjadi Lactogen 1. Sebenarnya kepikiran sih buat menunggu hingga bulan ke enam, tapi melihat anak yang eenya hijau pekat dan berat badan tidak kunjung naik, jadi kami segera menggantinya tanpa bersabar menunggu.

Ada perubahan setelah mengganti susunya ke lactogen. Eenya sudah tidak hijau pekat, pun terlihat dari berat badannya ada yang berubah. Anak saya terlihat sedikit lebih gemuk dari sebelumnya, meskipun masih termasuk kategori kurus di mata ibu ibu tetangga. Hahahaha

Bulan keenam, saya tetap melanjutkan susu lactogen, dari lactogen 1 menjadi lactogen 2. Makanan pendamping ASI juga sudah diberikan. Kata orang, kalau sudah makan, intensitas susunya mengurang, ternyata anak saya tidak demikian, sama saja dari sebelumnya. Dari sekotak susu lactogen ukuran 750gram dihabiskan empat sampai lima hari, pun demikian sama saja setelah ada makanan pendamping, juga tetap habis di hari keempat ataupun ke lima.

Di bulan ke sepuluh anak saya, ayahnya ingin mengganti susu formula anaknya ke susu Vidorant. Itu karena pengaruh dari teman-temannya. Kata temannya susu Vidorant bagus, ada minyak ikannya, anak bisa jadi makin cerdas. Karena saya mudah tergoda ya, jadi kami pun menggantinya. Saya membeli satu kotak susu Vidorant my baby ukuran 950gram. Paginya saya mulai memberikannya, hingga siang aman-aman saja. tapi begitu minum ke tiga kalinya, anak saya muntah. Setelah muntah saya memberikannya lagi, dia seperti menolak, hanya meminumnya sedikit lalu melemparnya. Nah, dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa anak saya tidak cocok dengan susu Vidorant. Saya segera menyuruh suami saya untuk ke minimarket terdekat untuk membeli susu lactogen kembali.

Di usia satu tahun anak saya, saya tetap melanjutkan ke susu lactogen. Dari lactogen 2 menjadi lactogrow 3. Semua baikbaik saja, hingga akhirnya kakak saya menyarankan untuk menggantinya ke Dancow.

Karena masih satu perusahaan dengan lactogrow, saya pun setuju untuk menggantinya ke Dancow.  

Hingga saat ini, anak saya menggunakan susu formula Dancow 1+ rasa vanilla. Semoga tidak ganti-ganti lagi. hahahahah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Ku Mengenal Kalian

Saat itu, saat kupertama bertemu kalian Kuberusaha mencari kata Untuk memulai sebuah kalimat Perkenalan Rasa malu, takut dan canggung Menjadi es di bibir Namun gelisah dan penasaran Membakar seluruh tubuh Kini tak ada lagi kata Sepi dan sendiri di dalam kamusku Kalian telah menjadi warna Yang mencerahkan hari-hariku Kebersamaan Adalah hal yang membuat Perkenalan tak sekedar sebuah Perkenalan Kebersamaan menjadi sungai Yang mengalirkan sejuta kata-kata Yang sempat terbendung Disebuah ketidaktahuan 13 November 2009

Tempat Wisata di Jepang

Ski emang indah dan menyenangkan. Apalagi saat bermain, salju turun begitu lebat, bagaikan kapas yang bertebrangan. Indah, putih nan lembut itulah salju yang saya rasakan saat bermain ski di Fujimi Nagano. banyak sekali tempat ski di negeri sakura ini salah satunya yang paling terkenal adalah di Fujimi Nagano, hampir setiap orang asing pasti menyempatkan datang ke tempat ini. Saya sendiri jarak yang jauh tidak menghalangi untuk datang bermain. walaupun sebenarnya yang lebih dekat tempat saya ada di daerah gifu atau di siga. Fujimi tepatnya di Nagano, jika anda berkesempatan ke negeri sakura ini, silahkan ke nagano dan cari fujimi station, dari situ ada bus yang menghantarkan ke area ski gratis, tapi jam tertentu, sebelum jam 10 saat berangkat. Dan pulang juga ada bus gratis jam 3 lebih 10 menit. Hanya sekitar 2 bus saat berangkat dan pulang ke fujimi station. Jadi usahakan pas jam-jam itu. Kalau tidak anda bisa naik taksi. Jarak yang lumayan jauh tidak mungkin di tempuh denga

Souka, Soudeska, & Soudesne.

Tadi belajar BJTM (Bahasa Jepang Terpadu Menengah).  Ada hal yang saya tangkap, yaitu perbedaan penggunaan SOUKA, SOUDESKA, dan SOUDESNE. Souka biasanya digunakan saat tiba-tiba mengingat sesuatu. Contohnya: ada teman yang sedang belajar, kamu datang dan bertanya “apa yang kamu lakukan?” teman menjawab “belajar, besok ada ujian.” Nah disinilah kamu akan mengatakan “souka!?!” dengen ekspresi mengingat sesuatu sambil memukul jidat. Soudeska biasanya digunakan untuk bertanya kembali guna meyakinkan diri sendiri. Contoh: kamu sedang berada dalam ruangan, tiba-tiba datang seorang teman dan berkata “di luar hujan deras.” Kamu akan berkata “soudeska?” dengan ekspresi wajah penuh tandatanya dan kaget. Bisa jadi kamu akan segera keluar ruangan untuk memastikan apakah hujan deras sungguhan atau tidak. Soudesne biasanya digunakan untuk menyatakan kesamaan pemahaman. contoh: kamu dan teman kamu berada di luar ruangan kemudian teman kamu berkata “cuaca cerah yaa...” kamu a